Selasa, 28 April 2009

PENARIKAN KESIMPULAN

PENARIKAN KESIMPULAN

TUGAS AKHIR MATA KULIAH FILSAFAT ILMU


DISUSUN OLEH:

DARYANTO 7216080054


PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2008


PENARIKAN KESIMPULAN

  1. Pendahuluan

Guna memperjelas suatu hasil penalaran ilmiah maka peneliti harus memberikan penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk manjelaskan apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak.


B. Pembahasan

Setelah melakukan penelitian, maka penulis mengambil kesimpulan atas hasil dari analisa dan interprestasi data yang dilengkapi dengan saran-saran. Penarikan kesimpulan sangat berguna dalam merangkum hasil akhir suatu penelitian, selain sebagai landasan rumusan pengambilan keputusan bagi pihak peneliti juga digunakan sebagai bahan acuan penelitian selanjutnya.

Kesimpulan adalah intisari dari hasil eksperimen dan pernyataan mengenai hubungan hasil eksperimen dengan hipotesis, termasuk juga alasan-alasan yang menyebabkan hasil eksperimen hasil eksperimen berbeda dengan hipotesis. Jika perlu kesimpulannya dapat diakhiri dengan memberikan masukan-masukan untuk pengujian selanjutnya.

Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti semata-mata didasarkan pada data yang dikumpulkan dan diolah. Hasil penelitian tergantung pada kemampuan peneliti untuk menfasirkan secara logis data yang telah disusun secara sistematis menjadi ikatan pengertian sebab-akibat obyek penelitian. Setiap kesimpulan dapat diuji kembali validitasnya dengan jalan meneliti jenis dan sifat data dan model yang digunakan.

Penyusunan bab tentang kesimpulan ditujukan untuk memberi ringkasan tentang:

o Apa yang telah dipelajari (biasanya di bagian awal kesimpulan)

o Apa saja yang masih harus dipelajari (arah penelitian berikutnya)

o Hasil yang diperoleh dalam penelitian (evaluasi)

o Manfaat, kelebihan, dan aplikasi temuan penelitian (evaluasi)

o Rekomendasi

Kesimpulan seharusnya ringkas saja. Sebagai gambaran, pada banyak publikasi hasil penelitian bagian kesimpulan mencakup hingga 2,5% dari keseluruhan laporan.Kesimpulan yang terlalu panjang seringkali disebabkan memuat rincian yang tidak perlu. Bab tentang kesimpulan bukanlah tempat bagi rincian tentang metodologi atau hasil penelitian. Walaupun peneliti harus memberikan ringkasan tentang apa yang telah dipelajari dalam penelitian, ringkasan tersebut tidak harus panjang karena penekanan pada bagian kesimpulan terletak pada implikasi, evaluasi, dlsb.

Bila pada bagian pendahuluan dimaksudkan untuk bergerak dari umum (bidang kajian) ke khusus (topik penelitian), maka dalam bagian kesimpulan kamu harus bergerak dari yang lebih khusus (penelitian kita) kembali ke umum (bidang kajian, bagaimana penelitian kita akan mempengaruhi dunia). Dengan kata lain, dalam kesimpulan kita harus meletakkan penelitian kita ke dalam konteks.

Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Jika dalam proses pengujian terdapat bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis, maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya jika dalam proses pengujian tidak terdapat bukti yang cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan. Syarat keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya, serta telah teruji kebenarannya. Teruji kebenarannya berarti tidak ditemukan bukti yang bertentangan.

Dalam metode ilmiah seluruh langkah-langkah diatas harus dilakukan agar suatu penelitian dapat disebut ilmiah. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara urut dan benar, karena langkah yang satu merupakan dasar bagi langkah berikutnya. Langkah-langkah yang telah disebutkan diatas harus digunakan sebagai landasan utama dalam penelitian, walau terkadang terjadi berbagai variasi yang berkembang sesuai dengan bidang dan permasalahan yang diteliti.

Aspek negatif dari penelitian kita seharusnya tidak diabaikan. Masalah, kelemahan, dan lain-lain sejenisnya dapat dimasukkan ke dalam bagian kesimpulan sebagai suatu cara untuk mengkualifikasikan kesimpulan yang kamu buat (memperlihatkan aspek-aspek negatif, bahkan seandainya hal tersebut lebih bermakna dibandingkan dengan aspek-aspek positifnya)

Sering terjadi tujuan penelitian mengalami perubahan ketika penelitian sedang dijalankan. Hal tersebut tidak menjadi masalah sepanjang peneliti tidak lupa untuk kembali dan menyusun ulang tujuan yang telah ditulis pada bagian pendahuluan sehingga secara akurat merefleksikan apa yang sedang penelliti selesaikan dalam penelitian.

Ada tiga metode atau cara yang digunakan dalam penarikan kesimpulan, yaitu:

1. Modus Ponens (Kaidah Pengasingan)

Jika diketahui premis-premisnya p→q dan p maka dapat diambil konklusi q.

2. Modus Tollens (Kaidah Penolakan)

Jika diketahui premis-premisnya p→q dan ̴ q maka dapat diambil konklusi ̴ p.

3. Silogisme

Silogisme menggunakan sifat menghantar atau transitif dari pernyataan implikasi. Jika diketahui premis-premisnya p→q dan q→r maka dapat diambil konklusi p→r.

  1. Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.Penarikan kesimpulan dalam melakukan penelitian ilmiah merupakan intisari dari hasil eksperimen dan pernyataan mengenai hubungan hasil eksperimen dengan hipotesis, termasuk juga alasan-alasan yang menyebabkan hasil eksperimen hasil eksperimen berbeda dengan hipotesis. Penarikan kesimpulan seharusnya ringkas saja. Sebagai gambaran, pada banyak publikasi hasil penelitian bagian kesimpulan mencakup hingga 2,5% dari keseluruhan laporan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/proses%207.htm

http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/metode%20ilmiah%205.htm

http://ta-tugasakhir.blogspot.com/2007/10/kesimpulan-dan-saran.html

http://mthp.blogspot.com/2007/09/struktur-penelitian-ilmiah-biologi.html

http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/swf/f97.swf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar